Langsung ke konten utama

Unggulan

Arakan Butuh Hak Asasi Manusia

                     Sumber foto,  Serambimata.com Rohingya adalah sebuah kelompok etnis Indo-Arya dari Rakhine. (Rohingya  juga dikenal sebagai Arakan, atau nama lain dari Rohingya adalah Arakan) di Burma. Rohingya adalah etno-linguistik yang berhubungan dengan bahasa bangsa Indo-Arya di India dan Bangladesh (yang berlawanan dengan mayoritas rakyat Burma yang Sino-Tibet). Menurut catatan sejarah, komunitas Muslim ini telah mendiami wilayah Arakan (nama kuno Rakhine) sejak masa pemerintahan seorang raja Buddhis bernama Narameikhla atau Min Saw Mun (1430–1434). Pada bulan Juli 1978 setelah dimediasi oleh PBB, pemerintah Myanmar   menyetujui untuk menerima para imigran Rohingya untuk kembali ke Rakhine. Pada tahun 1982 pemerintah Bangladesh mengamademen undang-undang kewarganegaraannya dan menyatakan Rohingya bukan warga negara Bangladesh. Sejak ta...

Hanyut Dalam Ingatan



Malam tiba menyelimutiku dengan hembusan angin yang menusuk hingga ke tulang rusuk, aku yang sedang  duduk di gubuk pinggir pantai seketika terdiam. Sejenak menikmati alam yang sedang mengeluarkan alunan merdu antara angin yang beradu dengan desiran ombak dan pohon yang tertiup angin diiringi suara binatang yang semuanya melebur menjadi satu. Sungguh malam yang begitu indah menememani ke hampaanku.
Dan akupun terdiam sejenak.
Mengingat tentang seseorang yang pernah singgah di hatiku.
Yaitu dia...
Andai saja ia berada di sampingku, pasti aku akan mengajaknya berjalan di pesisir pantai. Memegang erat tangannya dan menggodanya hingga ia tersipu malu. Lalu aku akan memeluknya dan yang terindah aku dapat mencium keningnya.
Tapi...
Semua itu hanya ilusi...
“Mengapa aku selalu mengingatnya ketika aku sedang sendiri?”, Tanyaku dalam hati. 
Apa mungkin dia adalah simbiosis mutualisme yang selalu aku ingat ketika aku sedang menyendiri?
Pikirankupun mulai bertanya-tanya, mengapa semua ini terjadi dikala aku sedang sendiri? mengapa ingatan ini tidak muncul ketika aku sedang bersendagurau dengan kawan-kawanku?
Mengapa...?
Kau menyakitiku, saat aku mulai nyaman dengan kebohongan cintanya yang ia beri kepadaku.
Bukankah itu sakit ?





Aku selalu membunuh rasa sakit  itu dengan sengaja, namun semuanya hanya sia-sia aku malah terluka. Aku tak pernah berputus asa, ku coba membunuhnya dengan perlahan, hingga rasaku padamu sekarang hilang, walau berbekas kenangan. Aku merelakanya pada sang waktu dan berdo’a pada Rabbku. “semoga kau bahagia selalu walau kau tak bersamaku.” 

***

Perlahan hembusan angin yang menyelimutiku tadi membuat bulu yang ada di sekujur tubuhku terbangun. Sehingga membuat malamku yang penuh ke indahan dan ke bimbangan ku tadi tersirat mengusirku untuk segera pergi dari gubuk yang sedang aku duduki.
Tuhan begitu baik kepadaku, menyuruhku untuk beristirahat agar kelak esok hari akan ada hikmah atas kebimbanganku tadi.
Aku pergi meninggalkan tempat yang penuh keindahan dan kebimbanganku tadi, satu dua langkah akupun terus berjalan tanpa memikirkan apa yang akan terjadi pada esok hari.
Berharap suatu saat ia mampu merasakan apa yang aku rasakan selama ini. Aku tak mampu mendua dan aku tak mampu hidup sendiri. Jika suatu saat dia menyadari, aku akan kembali menjaganya sampai akhir cerita. Namun jika ia membisu, mungkin kisah ini cukup sampai di sini.



Komentar

Postingan Populer